Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Untuk perkenalan mungkin udah di bahas di awal tapi biar lebih jelas nya lagi akan saya perkenal kan kembali hehe,
Perkenalkan nama saya Minnatun nafiah, dan orang orang terdekat saya biasa panggil fia.
Saya anak ke 3 dari 5 bersaudara dan saya Tidak di besarkan oleh orang tua yang kaya raya melainkan dari orang tua yg sederhana pekerjaan nya hanya jadi seorang petani,tetapi meskipun bukan dari keluarga orang kaya tetap tidak patah semangat untuk tetap melangkah di perguruan tinggi ini,dan rumah yang saya tempati agak jauh dari kota,Tetapi tidak patah semangat untuk tetap melangkah lebih jauh lagi,meskipun orang orang kampung selalu beranggapan kalau perempuan itu tidak perlu sekolah tinggi tinggi untuk apa sekolah tinggi tinggi kalau ujung ujung nya ke dapur juga,tapi tidak di keluarga saya karena menurut keluarga saya pendidikan itu penting.
Orang tua selalu memberikan wejangan seperti ini kepada anak-anak nya "Meskipun kita bukan keluarga orang kaya tapi kalian harus bisa jadi anak yang berpendidikan,ilmu nya bisa bermanfaat bagi nusa,bangsa dan agama"
Dan itulah salah satu kenapa saya bersih keras untuk tetap bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi ini,meskipun dari awal memang benar-benar bingung mau ambil prodi apa?dari awal SMA sampai akhir SMA memikirkan apa yg harus saya pilih,dan akhirnya saya pilih prodi PAI ini karena saya senang dengan pelajaran agama meskipun saya bukan kalangan anak pesantren.
Tetapi tidak sedikit di kampung saya para perempuan yang sekolah nya tinggi tinggi dan bisa di katakan sukses,meskipun begitu tetap saja orang selalu beranggapan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi tinggi,dan saya ingin merubah pola fikir itu,dan ingin membuktikan bahwa perempuan juga layak memiliki pendidikan dan pengetahuan yg tinggi dan luas,Karena menurut saya meskipun perempuan larinya ke dapur juga toh jaga anak juga perlu ilmu,kalau seandainya ibunya berpendidikan otomatis bisa jadi motivasi yang kuat dong untuk anak nya agar bisa jadi seperti ibunya,dan hal lain yang juga bisa di jadikan dorongan untuk para wanita wanita yang berpendidikan nanti kalau sudah berkeluarga tidak bergantung pada suami nya saja,tetapi juga bisa berkarya dengan ilmu yang dimilikinya,berkarya dalam artian pandai mencari uang.
Tetapi meskipun pemikiran orang di kampung saya begitu,masalah gotong royong selalu terdepan,entah itu dari kalangan orang tua,atau pun muda,kalau sudah memiliki acara entah itu acara nikahan,acara yang di tempatkan di mushollah,seperti maulid nabi,isra' mi'raj,dsb. pasti sifat gotong royong nya sangat kental,bukan hanya acara acara itu saja,tetapi kalau ada warga yang renovasi rumah atau baru membuat rumah tidak akan pernah lupa untuk tetap membantu tanpa upah,tanpa di minta oleh sang tuan rumah warga akan tetap meluangkan waktu untuk tetap bantu bantu warga yang lagi renovasi tersebut,lain hal dengan setiap jum'at dan minggu yang selalu gotong royong bersih bersih di pinggir jalan,di parit dsb.
Begitu lah singkat cerit di kampung saya tepatnya di Parit lambau,desa sungai malaya, kecamatan sungai ambawang, kabupaten kubu raya, provinsi kalimantan barat.
Komentar
Posting Komentar